Featured Posts
Sunday, April 5, 2015
Bahan Kaos
Kaos, teman yang paling setia di dalam hidup kita. Dimanapun dan kapanpun, hampir setiap kita menggunakannya. Ketika kita santai, kaos merupakan jenis pakaian yang paling nyaman digunakan. Ketika kita berangkat kerja, kaos dapat digunakan sebagai pakaian dalam untuk menyerap keringat tubuh akibat aktivitas yang kita lakukan. Karena itu tidak dapat dipungkiri, memilih kaos haruslah dengan pertimbangan yang bijak. Sehingga memberikan kenyamanan bagi pemakainya selama menjalani aktivitas kesehariannya.
Berdasarkan bahannya, kaos terbagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasannya.
Cotton combed
Cotton combed adalah salah satu jenis kain yang digunakan untuk membuat kaos. Cotton combed berbahan dasar cotton atau kapas dengan tekstur yang halus. Sehingga memberikan rasa dingin bagi pemakainya, nyaman di tubuh dan menyerap keringat ketika dipakai. Berdasarkan ketebalannya, cotton combed terbagi menjadi lagi beberapa macam, yaitu cotton combed 20s, 24s, 30s dan 40s. Cotton combed 20s merupakan jenis kain yang paling banyak digunakan untuk membuat kaos distro karena harganya paling murah dibandingkan dengan cotton combed 24s, 30s dan 40s.
Cotton Carded
Cotton carded hampir sama dengan cotton combed, adapun yang membedakannya adalah serat benangnya kurang halus dibandingkan dengan serat benang cotton combed, sehingga memberikan rasa kurang nyaman di tubuh, meskipun sama-sama memberikan rasa dingin bagi pemakainya dan menyerap keringat.
Polyester
Salah satu inovasi ilmu pengetahuan sebagai bahan alternatif untuk membuat kaos adalah polyester. Polyester merupakan senyawa polimer yang disintesis dari hasil sampingan minyak bumi. Polyester memiliki karakteristik agak tipis, kasar dan tidak menyerap keringat. Sehingga terasa panas ketika dipakai.
Teteron Cotton
Selain membuat bahan sintesis, hasil inovasi ilmu pengetahuan yang lain adalah mencoba menggabungkan bahan sintesis dan cotton untuk menciptakan kain yang memiliki kualitas bagus, namun memerlukan biaya produksi yang murah. Teteron Cotton merupakan kain yang dibuat dengan mengkombinasikan 65% polyester dan 35% cotton combed. Meskipun sudah menggunakan 35% cotton combed, bahan ini tetap kurang nyaman digunakan. Karena terasa panas ketika dipakai dan kurang baik dalam menyerap keringat. Kelebihan bahan ini adalah lebih tahan kusut dan tidak mudah melar.
Viscose
Viscose merupakan bahan kain yang dibuat dengan mensintesa serat selulosa organik. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.
Hyget
Jenis bahan ini terbuat dari plastik, sangat tipis dan panas ketika dipakai, sehingga harganya sangat murah. Bahan ini tidak layak dijadikan kaos. Biasanya bahan digunakan untuk membuat kaos secara massal, seperti untuk kampanya ketika masa pemilu.
Setelah mengetahui bahan apa saja yang biasanya digunakan untuk membuat kaos, tentunya kita dapat lebih bijak dalam membeli kaos sesuai dengan keperluan kita masing-masing.
Berdasarkan bahannya, kaos terbagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasannya.
Cotton combed
Cotton combed adalah salah satu jenis kain yang digunakan untuk membuat kaos. Cotton combed berbahan dasar cotton atau kapas dengan tekstur yang halus. Sehingga memberikan rasa dingin bagi pemakainya, nyaman di tubuh dan menyerap keringat ketika dipakai. Berdasarkan ketebalannya, cotton combed terbagi menjadi lagi beberapa macam, yaitu cotton combed 20s, 24s, 30s dan 40s. Cotton combed 20s merupakan jenis kain yang paling banyak digunakan untuk membuat kaos distro karena harganya paling murah dibandingkan dengan cotton combed 24s, 30s dan 40s.
|
|
|
Cotton Carded
Cotton carded hampir sama dengan cotton combed, adapun yang membedakannya adalah serat benangnya kurang halus dibandingkan dengan serat benang cotton combed, sehingga memberikan rasa kurang nyaman di tubuh, meskipun sama-sama memberikan rasa dingin bagi pemakainya dan menyerap keringat.
Polyester
Salah satu inovasi ilmu pengetahuan sebagai bahan alternatif untuk membuat kaos adalah polyester. Polyester merupakan senyawa polimer yang disintesis dari hasil sampingan minyak bumi. Polyester memiliki karakteristik agak tipis, kasar dan tidak menyerap keringat. Sehingga terasa panas ketika dipakai.
Teteron Cotton
Selain membuat bahan sintesis, hasil inovasi ilmu pengetahuan yang lain adalah mencoba menggabungkan bahan sintesis dan cotton untuk menciptakan kain yang memiliki kualitas bagus, namun memerlukan biaya produksi yang murah. Teteron Cotton merupakan kain yang dibuat dengan mengkombinasikan 65% polyester dan 35% cotton combed. Meskipun sudah menggunakan 35% cotton combed, bahan ini tetap kurang nyaman digunakan. Karena terasa panas ketika dipakai dan kurang baik dalam menyerap keringat. Kelebihan bahan ini adalah lebih tahan kusut dan tidak mudah melar.
Viscose
Viscose merupakan bahan kain yang dibuat dengan mensintesa serat selulosa organik. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.
Hyget
Jenis bahan ini terbuat dari plastik, sangat tipis dan panas ketika dipakai, sehingga harganya sangat murah. Bahan ini tidak layak dijadikan kaos. Biasanya bahan digunakan untuk membuat kaos secara massal, seperti untuk kampanya ketika masa pemilu.
Setelah mengetahui bahan apa saja yang biasanya digunakan untuk membuat kaos, tentunya kita dapat lebih bijak dalam membeli kaos sesuai dengan keperluan kita masing-masing.
Subscribe to:
Posts (Atom)














